Berdasarkan SK NOMOR 036 TAHUN 1979 Tentang DASADARMA PRAMUKA
berikut Penjelasan :
Darma Pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
1. Pendahuluan Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama harus dibedakan, yaitu:
- Di dalam Trisatya, ungkapan tersebut merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan ke dalam hati dan batinnya.
- Di dalam Dasadarma pertama, hal tersebut merupakan perwujudan konkret dari ikrar tersebut dalam tingkah laku dan sikap yang tampak secara lahiriah.
Dengan kata lain, Dasadarma bukanlah sebuah pengulangan dari Trisatya, melainkan sebuah penekanan agar keyakinan batin tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata.
2. Pengertian
a. Takwa
- Pengertian takwa bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalkan yang tercela, berhati-hati, memelihara diri, dan lain-lain.
- Pada hakikatnya, takwa adalah usaha dan kegiatan utama seseorang dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan, dan kesatuan, baik di dunia maupun di akhirat. Tujuan ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan, yaitu dengan:
Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, serta menjadikan takwa sebagai kubu dan perisai untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
- Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan hal yang baik dan berguna, serta menjauhi segala keburukan yang tidak berguna bagi diri sendiri, masyarakat, maupun umat manusia.
- Mengembalikan dan menyerahkan segala darma bakti serta amal usahanya kepada Tuhan untuk mendapatkan rida-Nya. Sikap ini merupakan wujud penghormatan, bakti, pujian, dan keluhuran kepada Dzat Yang Maha Agung yang mengatasi segala-galanya.
b. Tuhan Pengertian tentang Tuhan dapat dipahami baik berpangkal dari kemanusiaan (akal budi) maupun dari wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam kitab suci melalui para Nabi/Rasul:
- Dari segi kemanusiaan (akal budi): Tuhan adalah Dzat yang ada secara mutlak dan menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di alam semesta (causa prima atau sebab pertama). Oleh karena itu, Dia tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan apa pun yang ada di alam semesta.
- Dari wahyu Tuhan (Kitab Suci): Melalui firman-Nya, kita mengetahui bahwa Dia adalah Pencipta Yang Mahakuasa, Maha Murah, dan Maha Penyayang. Tuhan menjadikan alam semesta dari yang tiada menjadi ada (termasuk benda mati hingga makhluk berjiwa) murni karena firman-Nya, tanpa alat atau bahan apa pun.
c. Esa Esa berarti satu atau tunggal. Maksudnya bukanlah "satu" yang dapat dihitung, dibagi, atau dibanding-bandingkan. Satu atau Esa pada Tuhan adalah mutlak. "Tiada Tuhan selain Allah."
d. Hubungan Takwa dengan Akhlak dan Moral Pengertian takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat dipisahkan dari moral, budi pekerti, dan akhlak. Akhlak adalah sikap yang digerakkan oleh jiwa yang menimbulkan perbuatan manusia dalam 4 (empat) lingkup:
- Akhlak terhadap Tuhan: Meliputi rasa cinta, takut, harap, syukur, tobat, dan ikhlas.
- Akhlak terhadap sesama manusia: Mencakup berbakti kepada orang tua, jujur, ramah, tolong-menolong, saling menghargai, pemaaf, dan memelihara kekeluargaan (mengandung unsur hubungan kemanusiaan).
- Akhlak terhadap sesama makhluk Tuhan: Mencakup belas kasih, suka memelihara kelestarian, beradab, dan berperikemanusiaan.
- Akhlak terhadap diri sendiri: Meliputi memelihara harga diri, berani membela hak, rajin, bertanggung jawab, serta menjauhkan diri dari sifat takabur, bermuka dua, pengecut, dengki, loba, tamak, dan putus asa (mengandung unsur mawas diri).
3. Pelaksanaan
Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka dan falsafah hidup bangsa (Pancasila), iman peserta didik kepada Tuhan harus terus diperdalam. Iman tidak cukup hanya berupa pengajaran lisan atau tertulis, melainkan harus dijabarkan dalam sikap hidup yang nyata dan dirasakan oleh lingkungannya.
Pelaksanaan dan pengembangan ketakwaan ini dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan kepramukaan, antara lain:
- Penerapan dalam Kegiatan Berkelompok: Mengembangkan ketakwaan dalam segala aktivitas, mulai dari bermain hingga bekerja sama. Contohnya, menanamkan sifat jujur, patuh, setia, dan tabah dalam sebuah permainan.
- Pengejawantahan Sikap: Sikap cinta kasih, adil, patuh, dan suci merupakan cerminan nyata dari takwa. Seseorang tidak bisa disebut bertakwa jika perilakunya penuh kebencian, curang, dan tidak adil.
- Menuntun Ibadah: Membimbing peserta didik untuk disiplin melaksanakan ibadah.
- Peringatan Hari Besar: Turut menyelenggarakan peringatan hari-hari besar agama.
- Toleransi: Menumbuhkan sikap menghormati orang yang beragama lain.
- Kajian/Ceramah: Menyelenggarakan ceramah keagamaan.
- Bakti Keluarga: Membiasakan diri untuk selalu menghormati orang tua.
0 Komentar
Terima kasih sudah membaca, silahkan tinggalkan komentar!!