Darma Ketujuh: Hemat, Cermat, dan Bersahaja
A. Pengertian
1. Hemat
- Hemat bukan berarti "kikir" atau pelit, melainkan lebih terarah pada kemampuan seorang Pramuka dalam menggunakan sesuatu secara tepat sesuai dengan kegunaannya.
- Secara rohaniah, hemat berarti usaha memerangi hawa nafsu dari keinginan berlebihan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain (contohnya dalam hal mendisiplinkan diri). Menghemat bukan berarti bersikap antisosial, melainkan justru memberikan peluang yang lebih besar untuk melakukan usaha sosial kepada pihak lain (menyisihkan uang, tenaga, waktu, dan sebagainya) ke arah yang lebih bermanfaat.
- Secara material, hemat berarti memanfaatkan sesuatu (materi) sesuai keperluan, sehingga pemborosan dapat dicegah dan materi tersebut benar-benar berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.
2. Cermat
- Cermat berarti "teliti". Sikap dan tingkah laku seorang Pramuka harus senantiasa teliti, baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun terhadap hal-hal yang datang dari luar dirinya, sehingga ia senantiasa waspada.
- Hal ini dapat dilakukan melalui proses berpikir, menghitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu sebelum bertindak. Seorang Pramuka harus cerdas dan terampil agar terhindar dari kekeliruan dan kesalahan. Ia harus selalu berusaha melakukan sesuatu secara terencana dan bermanfaat.
3. Bersahaja
- Bersahaja berarti sederhana. Kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan akan menampilkan penggambaran jiwa dan penampilan diri yang murni. Sikap ini juga menumbuhkan kemampuan untuk mensyukuri dan hidup dari apa yang didapat secara halal, tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
- Seorang Pramuka harus bisa menyerasikan antara keinginan dan kemampuan. Bersahaja juga dapat diartikan sebagai keberanian untuk menyatakan sesuatu apa adanya (kebenaran yang sesungguhnya).
B. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
- Menggunakan waktu dengan tepat dan disiplin (waktu ke sekolah, tidur, makan, latihan, dan sebagainya).
- Tidak bersikap ceroboh dalam segala hal.
- Bertindak dengan teliti pada waktu yang tepat agar tidak mudah terpengaruh atau dirusak oleh niat buruk dari luar.
- Sadar dan mawas diri akan kedudukannya sebagai suatu pribadi.
- Berpakaian sederhana tanpa menggunakan perhiasan yang berlebih-lebihan.
- Meneliti dan memikirkan matang-matang sebelum berbuat sesuatu, agar pelaksanaannya tepat sasaran.
- Menghemat penggunaan listrik (misalnya: mematikan lampu pada siang hari).
- Menggunakan air secukupnya agar tidak terbuang percuma.
- Memeriksa kembali tugas/pekerjaan sebelum diserahkan kepada Pembina atau Guru.
- Menggunakan uang jajan dengan hemat dan bijak.
- Membiasakan diri berbelanja ke warung atau pasar dengan teratur dan terencana.
- Berlatih memikul tanggung jawab atas tugas-tugas di rumah dan lingkungan sekitar.
- Membiasakan diri untuk rajin menabung.
- Bekerja dan bertindak selalu berdasarkan asas manfaat dan rencana yang baik.
0 Komentar
Terima kasih sudah membaca, silahkan tinggalkan komentar!!