Darma Kesepuluh: Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan
A. Pengertian
Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya apabila dalam setiap tingkah lakunya senantiasa menggambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Suci dalam pikiran berarti bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan segala sesuatu dari segi baiknya (mengambil hikmahnya), dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang buruk.
Suci dalam perkataan berarti setiap hal yang diucapkannya adalah benar, jujur, serta dapat dipercaya, tanpa menyinggung perasaan orang lain.
Suci dalam perbuatan, sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, berarti seorang Pramuka harus sanggup dan mampu berbuat hal yang baik dan benar demi kepentingan negara, bangsa, agama, dan keluarga.
Dengan selalu menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan, akan timbul pengertian dan kesadaran yang selaras dengan jiwa Pramuka. Dengan demikian, Pramuka tersebut telah menemukan jati dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, yang di antaranya adalah: "...Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi mental-moral, berbudi pekerti, dan kuat keyakinan beragamanya..."
B. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
Untuk menanamkan kesucian dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, berikut adalah bentuk pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari:
Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka buruk, tidak memiliki sikap-sikap yang tercela, dan senantiasa menghargai pemikiran orang lain. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling menghargai antarsesama manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang Pramuka selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan ucapannya, serta menjauhkan diri dari perkataan yang tidak pantas yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan dari orang lain.
Seorang Pramuka akan menjadi teladan (contoh pribadi yang baik) dalam segala tingkah lakunya dan senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang ada di lingkungan masyarakat.
Setiap Pramuka memiliki pegangan hidup, yaitu agama. Hal ini memperjelas bahwa keberagamaan seorang Pramuka tidak hanya sebatas dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi juga tercermin dalam perbuatan yang nyata.
Seorang Pramuka selalu berusaha keras agar dirinya senantiasa selaras; memiliki kesatuan antara kata dan perbuatannya (tidak munafik).
0 Komentar
Terima kasih sudah membaca, silahkan tinggalkan komentar!!