Advertisement

Main Ad

Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia

Masih dalam seri Postingan tentang Kode Etik Gerakan Pramuka, kali ini kita akan membahas;

Darma Kedua: Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia

A. Pengertian

1. Makna Cinta Alam dan Tanggung Jawab Pelestariannya Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan seluruh alam semesta—yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda alam—untuk kesejahteraan manusia. Sebagai makhluk Tuhan yang dikaruniai akal budi, rasa, karsa, dan karya, serta panca indra, manusia wajib mengetahui makna dan mensyukuri seluruh ciptaan-Nya dengan cara mengelola, memanfaatkan, dan membangunnnya dengan baik.

Wajar dan pantaslah jika seorang Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya serta menjaga kelestariannya. Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan (hutan, tanah, pantai, fauna, flora, dan laut) perlu dijaga sebagai sumber daya untuk menunjang kehidupan generasi masa kini dan masa mendatang.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menempatkan pemanfaatan dan pemeliharaan wilayah pesisir serta lautan pada posisi yang sangat penting. Hal ini mencakup upaya menanggulangi pencemaran laut, merawat hutan bakau dan hutan payau, serta mengembangkan budi daya laut.

2. Makna Kasih Sayang Sesama Manusia Cinta dan kasih sayang terwujud apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan duka ciptaan Tuhan di sekitarnya, khususnya sesama manusia. Jika kita ingin mengerti dan bergaul dengan bangsa lain, rasa kasih sayanglah yang akan mendekatkan kita dengan siapa pun, sehingga tercipta perdamaian dan persahabatan antarmanusia maupun antarbangsa.

Khususnya bagi seorang Pramuka, ia akan menganggap Pramuka lainnya—baik dari Indonesia maupun dari bangsa lain—sebagai saudara, karena masing-masing diikat oleh Satya dan Darma sebagai ketentuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnya meninggalkan watak yang menjauhkannya dari ciptaan Tuhan, dan menggantinya dengan sifat-sifat penuh rasa cinta dan kasih sayang.

3. Kaitan dengan Pancasila Darma kedua ini pada hakikatnya merupakan tuntunan untuk mengamalkan Sila Kedua dari Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).


B. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari

Untuk menanamkan darma ini kepada peserta didik, berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:

  1. Mencintai Flora (Tumbuh-tumbuhan): Membawa peserta didik ke alam bebas atau kebun raya agar mereka mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Anjurkan kepada mereka untuk memelihara tanaman di rumah masing-masing. Kegiatan ini dapat dijadikan salah satu persyaratan untuk mencapai Tanda Kecakapan Khusus (TKK).
  2. Menyayangi Fauna (Binatang): Memperkenalkan peserta didik pada sifat dan jenis-jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga agar mereka memelihara binatang peliharaan yang mereka miliki dengan baik.
  3. Membangun Kasih Sayang dan Persaudaraan: Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari wujud kerendahan hati manusia terhadap keagungan Pencipta-Nya. Selain menghayati ketakwaan sepanjang hidup, perlu dibangun watak utama, seperti: tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meski tidak sebangsa dan seagama, serta menjalin persaudaraan dengan Pramuka sedunia.
  4. Mendekatkan Diri Kepada Tuhan Melalui Cinta Kasih: Siapa pun yang kita kenal dan kita dekati lambat laun akan menumbuhkan rasa cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah kedekatan kita dengan Sang Pencipta (Al-Khalik). Karena hati yang dipenuhi cinta tidak akan terhalang oleh rasa benci, amarah, dan sifat-sifat tidak terpuji lainnya, sehingga kita akan semakin menyadari keagungan Tuhan Yang Maha Esa.

Posting Komentar

0 Komentar