Advertisement

Main Ad

Fundamental Kepramukaan

FUNDAMENTAL KEPRAMUKAAN



"Let us therefore, in training out scout, keep the aims in the forefront, not let ourselves became too in the steps (oleh karena itu, marilah kita, dalam pelatihan pramuka kita, menjaga tujuan yang lebih tinggi digaris depan, tidak membiarkan diri kita menjadi terlalu tertuju dalam satu langkah)"

1. Deskripsi Materi ini menjelaskan tentang Fundamental Kepramukaan, landasan utama dalam pembinaan Gerakan Pramuka. Fundamental Gerakan Pramuka ini harus terstruktur dan terarah sebagaimana sebagai kekuatan sebagai organisasi yang yang telah berakar kuat.

2. Tujuan Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang Fundamental Kepramukaan sebagai landasan utama dalam membina peserta didik.

Setelah menerima materi ini peserta diharapkan dapat menjelaskan, menerapkan, dan melaksanakan proses pendidikan (bagi anggota muda) dan pelatihan (bagi anggota dewasa) dengan berpegang teguh pada Fundamental Kepramukaan.

3. Materi Mengapa Pendidikan Kepramukaan begitu terkenal di semua budaya dan semua kalangan? Kekuatan apa yang menjadikan organisasi kaum muda pendidikan nonpemerintah terbesar, dengan jumlah anggota mencapai 28 juta di 216 negara dan wilayah?

Tak diragukan lagi, jawabannya adalah nilai-nilai kepramukaan yang bersifat universal dan metodenya yang mudah beradaptasi. Namun, masih ada alasan yang lebih kuat lagi, yaitu Fundamental Gerakan Pramuka.

Fundamental Gerakan Pramuka harus lebih kuat, Fundamental Gerakan Pramuka ini harus terstruktur dan terarah sebagaimana sebagai kekuatan organisasi yang yang telah berakar kuat.

Dibawah ini perbedaan pengertian Gerakan Pramuka, Kepramukaan, Pendidikan Kepramukaan dan Pramuka:

  • Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, mandiri, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama. (AD Pasal 6)

  • Kepramukaan adalah segala sesuatu yang terkait dengan Pramuka.

  • Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. (ART Pasal 8).

  • Pramuka adalah orang yang secara sukarela aktif dalam organisasi kepramukaan.

Sebagai sebuah organisasi, Gerakan Pramuka memiliki tugas pokok, tujuan, dan fungsi. Yang sudah diuraikan secara jelas dalam UU No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Tujuan Gerakan Pramuka adalah untuk membentuk setiap pramuka agar menjadi pribadi yang beriman, bertaqwa, memiliki akhlak yang mulia, mempunyai jiwa patriotik, taat terhadap hukum, dan disiplin. Selain itu juga pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluhuran bangsa Indonesia, serta memiliki dan menguasai kecakapan hidup. (UU No. 12 Tahun 2010).

Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah untuk melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah. Pendidikan ini untuk melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

Fungsi Gerakan Pramuka selaras dengan tugas pokok Gerakan Pramuka, yaitu sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga. Pendidikan tersebut menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan ciri khususnya yaitu penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan (PDK), Metode Kepramukaan (MK), Kiasan Dasar dan Sistem Among.

Fundamental sebagai Landasan gerak dan operasional Gerakan Pramuka meliputi antara lain:

Landasan Filsafat Landasan utama dalam Pembinaan Gerakan Pramuka adalah Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila, sebagai dasar negara Gerakan Pramuka harus mampu menampankan setiap insan Pramuka melalui kegiatan atau pelaksanaan di sesuaikan dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

Landasan Yuridis Gerakan Pramuka memiliki kekuatan hukum yang sangat kuat antara lain UUD 1945, UU 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, UU sisdiknas, Jukran yang mengikat setiap anggotanya untuk taat dan patuh pada perundang-undangan yang berlaku.

Landasan Sosiologis Landasan sosiologis merupakan salah satu kunci diterimanya Gerakan Pramuka di wilayah atau lingkungan organisasi tersebut berada. Gerakan Pramuka harus mampu menjalin hubungan baik dengan Mabi, mitra dan pemangku kepentingan lainya dengan senantiasa menyampaikan program untuk mendapatkan dukungan dan partisipasi semua pihak. Gerakan Pramuka sadar bahwa tanpa dukungan pihak luar, tidak akan berarti apa-apa.

Landasan Fenomenologis Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang dinamis dan selalu menempatkan diri terdepan diberbagai segi kehidupan dan pendidikan. Gerakan Pramuka harus mampu untuk menyiapkan kaum muda yang tanggap akan perubahan dan perkembangan situasi global dengan selalu mengikuti perkembangan zaman, harapannya bahwa Gerakan Pramuka mampu mempersiapkan generasi 4.0 yang berkarakter menuju Indonesia Emas Tahun 2045.

Sistem Among Pendidikan pramuka sebagai bagian dari pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. Sistem Among, mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani dan pikirannya, disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. Sedangkan pembina dalam menghadapi peserta didik bersikap dan bertindak "Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani".

Posting Komentar

0 Komentar